Senin, 21 September 2015

3 Model Komunikasi

Mata Kuliah : Kecakapan Pribadi
Dosen           : Bpk. Tri Lathif MS, S.Kom, M.Kom
Kelas            : A35
Nama            : Ulfa Emi Rahmawati
NPM             : 1535010006


Ø  MODEL KOMUNIKASI
1.        Komunikasi Linier
Komunikasi Linier yaitu komunikasi searah yang dilakukan oleh komunikator kepada komunikan atau penerima informasi. Dalam hal ini, penerima informasi tidak bisa memberikan timbal balik kepada Komunikator. Kemungkinan dalam komunikasi antar pribadi ataupun antar kelompok juga pasti melakukan komunikasi linier atau komunikasi satu arah.

2.        Komunikasi Interaktif
Komunikasi Interaktif yaitu komunikasi yang dilakukan oleh komunikator dan komunikan / penerima pesan / informasi, dan terjadi suatu timbal balik atau feedback diantara mereka. Komunikator bisa bertindak sebagai penerima begitu juga sebaliknya. Komunikasi yang seperti inilah yang lebih  efektif daripada hanya satu arah. Dan saat melakukan komunikasi ini, ada satu topik yang dimengerti oleh komunikator dan dipahami oleh komunikan.  Komunikasi ini sering terjadi antar pribadi maupun antar kelompok.

3.        Komunikasi Transaksional
Komunikasi Transaksional adalah komunikasi yang terjadi secara terus menerus antara komunikator dan komunikan / penerima pesan. Keduanya bertanggung jawab atas apa yang berdampak pada mereka masing-masing. Seorang komunikator memberikan informasi kepada komunikan, tetapi apakah komunikan itu faham dengan apa yang dibicarakan oleh komunikator, itu tergantung komunikannya, tetapi komunikan tersebut tetap memberi respon pada komunikator.

Ø  CONTOH SEDERHANA MASING-MASING KOMUNIKASI DALAM KESEHARIAN
1.        Komunikasi Linier
Ketika saya dinasehati oleh Ayah, pada saat saya mendapat nilai yang jelek di sekolah (SMA), saya hanya diam seribu bahasa, saya hanya mendengarkan nasehat dari Ayah. Karena saya tau saya salah, saya kurang belajar saat itu, jadi saya hanya diam.
Dari contoh ini, Ayah adalah sebagai komunikator yang memberikan nasehat pada saya, sedangkan saya adalah komunikan yang menerima nasehat dari Ayah sekaligus saya tidak memberika respon atau timbale balik apapun kepada Ayah.

2.        Komunikasi Interaktif
Saat saya berbicara melalui telefon dengan Ibu saya di luar kota, saya membicarakan tentang kehidupan disini, dan Ibu saya mendengarkan cerita saya bahkan memahaminya. Setelah itu, ibu saya juga memberikan feedback pada saya, dengan menanggapi apa yang telah saya ceritakan. Setelah itu, Ibu menceritakan kehidupannya disana, saya juga memahami cerita itu lalu memberikan feedback pada beliau, dengan memberikan tanggapan saya atas ceritanya.
Dari contoh ini, saya berperan sebagai komunikator, untuk memberikan informasi kepada ibu saya yang berperan sebagai penerima pesan (komunikan). Setelah itu, Ibu berperan juga sebagai komunikator yang memberika informasi kepada saya yang berperan menjadi komunikan. Jadi selalu ada feedback dan topik pembicaraan diantara kedua peran yang saling dimengerti satu sama lain.

3.        Komunikasi Transaksional
Ketika saya menceritakan kisah yang ada di dalam film magic hour kepada teman saya (diah), dia hanya mengerutkan kening tanda tak faham, dia member respon yang sangat sederhana itu karena dia tidak suka melihat film yang mellow. Sedangkan ketika saya menceritakan kisah film magic hour itu kepada teman saya (mei), dia sangat antusias mendengarkan bahkan dengan menunjukkan ekspresi simpatinya dalam mendengarkan cerita yang saya ceritakan, karena dia juga senang melihat film mellow seperti apa yang saya lihat.
Jadi, dalam contoh ini, saya adalah sebagai komunikator yang berusaha memberikan informasi mengenai kisah yang ada di dalam film magic hour kepada teman-teman saya, entah teman saya itu mengerti apa yang saya katakana ataupun tidsk mengerti sama sekali. Namun, saya telah berusaha untuk menyampaikannya. Tetapi, mereka sebagai komunikan juga memberikan respon kepada saya sebagai tanda bahwa dia mengerti atau tidak mengerti.



Ø MODEL KOMUNIKASI YANG PALING BAIK UNTUK MENJELASKAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL YANG SAYA ALAMI

Menurut saya, cara yang paling efektif yang dapat digunakan untuk komunikasi sehari-hari atau kapanpun itu, adalah komunikasi transaksional, bukan berarti komunikasi linier dan interaktif tidak efektif, tetapi menurut saya yang paling efektif adalah model komunikasi transaksional. Karena dalam model komunikasi ini, komunikator memberikan informasi kepada komunikan, tidak hanya satu komunikan, tetapi kepada lebih dari satu komunikan. Bukan hanya kepada komunikan yang memahami alur cerita yang diinformasikan oleh komunikator saja, tetapi juga kepada komunikan yang belum atau tidak memahami apa yang diceritakan oleh komunikator. Tetapi, semua komunikan memberikan respon kepada komunikator sebagai feedback atau tanda bahwa dia mengerti atau tidak mengerti apa yang diinformasikan oleh komunikator kepada dirinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar