Ada yang mengatakan, bahwa kata-kata
dapat mengubah kehidupan. Saya setuju dengan permyataan tersebut. Karena pada
dasarnya, memang kata-kata dapat mengubah kehidupan seseorang yang menjadikan
suatu kata-kata itu sebagai pedoman atau motto dalam hidupnya. Kata-kata
mengubah kehidupan juga berarti bahwa dengan mendengar suatu perkataan yang
diucapkan oleh orang lain, pastinya kita akan selalu mengingat perkataan
tersebut, walaupun tidak sepenuhnya mengingatnya, namun setidaknya masih ada
selintas yang masih teringat. Apalagi jika kata-kata tersebut memang terdengar
berbeda, baik itu perkataan yang baik, maupun yang tidak baik. Secara tidak
langsung, ketika kita teringat kata-kata tersebut, maka kita akan terpengaruh
atau terbawa ke dalam kata-kata tersebut.
Maka dari itu, terkadang kita menjadi
terinspirasi dengan suatu kata-kata dan menjadikannya motto hidup. Dengan
memiliki motto hidup, kita memiliki
pegangan dalam kehidupan kita, dengan motto kita memiliki tujuan hidup yang
jelas, karena motto adalah kata-kata
yang selalu kita ingat dan kita pegang dimanapun dan kapanpun.
Ketika saya membaca sebuah buku, saya
terinspirasi dengan sebuah kata-kata yang ada di dalamnya. Buku tersebut adalah
buku lama, yakni novel Rantau 1 Muara. Sebenarnya saya terinspirasi dengan buku
ini, tetapi ada 1 kalimat dalam novel Rantau 1 Muara yang benar-benar menginspirasi
saya, bahkan mungkin saja dapat mengubah kehidupan saya. Berikut kata-kata yang
menginspirasi saya :
“Ketika
sebuah pintu tertutup, pintu-pintu lain akan terbuka. Di suatu masa, di suatu
tempat.”
Mengapa saya terinspirasi dengan kata-kata ini? Karena
kata-kata ini telah memotivasi saya, supaya saya tidak berhenti mencoba dan
tidak berhenti di satu pilihan yang saya ambil di depan.
Suatu saat ada kalanya saya mengalami suatu
kegagalan entah karena apa kegagalan itu terjadi. Namun kesempatan yang Allah
berikan pasti masih ada, jika pintu yang saya tuju untuk pertama telah
tertutup, pintu lainnya masih banyak yang terbuka untuk saya lalui, meski
terkadang pintu itu tidak pas di depan mata, namun pintu itu pasti masih ada. Saya
yakin itu, hanya saja, diri ini yang harus mencarinya.
Dengan adanya kata-kata tersebut, saya termotivasi
untuk tetap bersemangat dalam menjalani hidup saya, karena saya tau, hidup saya
akan berubah dengan sebuah kata-kata yang dapat memotivasi diri saya sendiri.
Dilain sisi, motto hidup saya adalah “Berbahagialah”.
Jadi, dalam hidup ini, seberat apapun dan serumit apapun masalah yang kita
hadapi, pasti akan ada pintu keluar yang dapat mengakhiri semuanya. Maka dari
itu, saya harus tetap terlihat bahagia, meski di dalam hati dan fikiran saya
mungkin saja tidak selaras, namun di depan orang lain, saya harus bisa bersikap
profesional. Tidak memperlihatkan apa yang ada di dalam hati dan fikiran saya
terlalu berlebihan. Dalam hidup ini, kita harus tetap berbahagia, walaupun
hanya sebatas tersenyum. Karena pada dasarnya, semua sudah ada yang mengatur,
yakni Allah SWT. Kita manusia, hanya berusaha untuk menjadi yang lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar