Mata Kuliah : Kecakapan Pribadi
Dosen : Bpk. Tri Lathif MS, S.Kom, M.Kom
Kelas :
A35
Nama :
Ulfa Emi Rahmawati
NPM :
1535010006
Ø MODEL KOMUNIKASI
1.
Komunikasi
Linier
Komunikasi Linier yaitu komunikasi
searah yang dilakukan oleh komunikator kepada komunikan atau penerima
informasi. Dalam hal ini, penerima informasi tidak bisa memberikan timbal balik
kepada Komunikator. Kemungkinan dalam komunikasi antar pribadi ataupun antar
kelompok juga pasti melakukan komunikasi linier atau komunikasi satu arah.
2.
Komunikasi
Interaktif
Komunikasi Interaktif yaitu
komunikasi yang dilakukan oleh komunikator dan komunikan / penerima pesan /
informasi, dan terjadi suatu timbal balik atau feedback diantara mereka.
Komunikator bisa bertindak sebagai penerima begitu juga sebaliknya. Komunikasi
yang seperti inilah yang lebih efektif
daripada hanya satu arah. Dan saat melakukan komunikasi ini, ada satu topik
yang dimengerti oleh komunikator dan dipahami oleh komunikan. Komunikasi ini sering terjadi antar pribadi
maupun antar kelompok.
3.
Komunikasi
Transaksional
Komunikasi Transaksional adalah
komunikasi yang terjadi secara terus menerus antara komunikator dan komunikan /
penerima pesan. Keduanya bertanggung jawab atas apa yang berdampak pada mereka
masing-masing. Seorang komunikator memberikan informasi kepada komunikan,
tetapi apakah komunikan itu faham dengan apa yang dibicarakan oleh komunikator,
itu tergantung komunikannya, tetapi komunikan tersebut tetap memberi respon
pada komunikator.
Ø CONTOH SEDERHANA MASING-MASING
KOMUNIKASI DALAM KESEHARIAN
1.
Komunikasi
Linier
Ketika saya dinasehati oleh Ayah,
pada saat saya mendapat nilai yang jelek di sekolah (SMA), saya hanya diam
seribu bahasa, saya hanya mendengarkan nasehat dari Ayah. Karena saya tau saya
salah, saya kurang belajar saat itu, jadi saya hanya diam.
Dari contoh ini, Ayah adalah
sebagai komunikator yang memberikan nasehat pada saya, sedangkan saya adalah
komunikan yang menerima nasehat dari Ayah sekaligus saya tidak memberika respon
atau timbale balik apapun kepada Ayah.
2.
Komunikasi
Interaktif
Saat saya berbicara melalui telefon
dengan Ibu saya di luar kota, saya membicarakan tentang kehidupan disini, dan
Ibu saya mendengarkan cerita saya bahkan memahaminya. Setelah itu, ibu saya
juga memberikan feedback pada saya, dengan menanggapi apa yang telah saya
ceritakan. Setelah itu, Ibu menceritakan kehidupannya disana, saya juga
memahami cerita itu lalu memberikan feedback pada beliau, dengan memberikan
tanggapan saya atas ceritanya.
Dari contoh ini, saya berperan
sebagai komunikator, untuk memberikan informasi kepada ibu saya yang berperan
sebagai penerima pesan (komunikan). Setelah itu, Ibu berperan juga sebagai
komunikator yang memberika informasi kepada saya yang berperan menjadi
komunikan. Jadi selalu ada feedback dan topik pembicaraan diantara kedua peran
yang saling dimengerti satu sama lain.
3.
Komunikasi
Transaksional
Ketika saya menceritakan kisah yang
ada di dalam film magic hour kepada teman saya (diah), dia hanya mengerutkan
kening tanda tak faham, dia member respon yang sangat sederhana itu karena dia
tidak suka melihat film yang mellow. Sedangkan ketika saya menceritakan kisah
film magic hour itu kepada teman saya (mei), dia sangat antusias mendengarkan
bahkan dengan menunjukkan ekspresi simpatinya dalam mendengarkan cerita yang
saya ceritakan, karena dia juga senang melihat film mellow seperti apa yang
saya lihat.
Jadi, dalam contoh ini, saya adalah
sebagai komunikator yang berusaha memberikan informasi mengenai kisah yang ada
di dalam film magic hour kepada teman-teman saya, entah teman saya itu mengerti
apa yang saya katakana ataupun tidsk mengerti sama sekali. Namun, saya telah
berusaha untuk menyampaikannya. Tetapi, mereka sebagai komunikan juga
memberikan respon kepada saya sebagai tanda bahwa dia mengerti atau tidak
mengerti.
Ø MODEL KOMUNIKASI YANG PALING BAIK
UNTUK MENJELASKAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL YANG SAYA ALAMI
Menurut
saya, cara yang paling efektif yang dapat digunakan untuk komunikasi
sehari-hari atau kapanpun itu, adalah komunikasi transaksional, bukan berarti
komunikasi linier dan interaktif tidak efektif, tetapi menurut saya yang paling
efektif adalah model komunikasi transaksional. Karena dalam model komunikasi
ini, komunikator memberikan informasi kepada komunikan, tidak hanya satu
komunikan, tetapi kepada lebih dari satu komunikan. Bukan hanya kepada
komunikan yang memahami alur cerita yang diinformasikan oleh komunikator saja,
tetapi juga kepada komunikan yang belum atau tidak memahami apa yang
diceritakan oleh komunikator. Tetapi, semua komunikan memberikan respon kepada
komunikator sebagai feedback atau tanda bahwa dia mengerti atau tidak mengerti
apa yang diinformasikan oleh komunikator kepada dirinya.






